Kamis, 07 Juni 2012

makalah alam semesta




KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT berkat rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyeleseaikan makalah ini dengan judul “penciptaan Alam Semesta” Penulis menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan, baik dari cara penulisan maupun tata bahasa, hal ini disebabkan karena terbatasnya  kemampuan dan pengalaman penulis, oleh karena itu dengan segala keterbatasan dan kerendahan hati penulis mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah  ini.
            Dalam penulisan makalah ini, mulai dari awal timbulnya ide penulisan makalah ini, penulis tidak lepas dari berbagai hambatan  dan rintangan namun karena dengan kesabaran dan ketekunan serta bantuan dari berbagai pihak, baik moril maupun material, maka hambatan dan rintangan  tersebut dapat dilalui. Oleh karena itu  pada kesempatan ini kami menyampaikan permohonan maaf dan penghargaan yang sebesar besar-Nya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini.
            Kami beharap agar makalah ini bermanfaat bagi seluruh pembaca.
                                                                           

                                                                                                                         Makassar, 04 Mei 2012








BAB I
PENDAHULUAN
 
A.  Latar belakang
            Alam semesta merupakan suatu ruang atau tempat bagi manusia, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan benda-benda. Langit sebagai atapnya dan bumi sebagainya lantainya. Jadi, alam semesta atau jagat raya adalah satu ruang yang maha besar, terdapat kehidupan yang biotik dan abiotik.Manusia sebagai makhluk yang terdiri atas berbagai macam pola dan bentuk tetapi diantara makhluk tersebut. Tuhan menciptakan bermacam-macam makhluk tetapi yang paling istimewa dan sempurna yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya adalah akal, agar manusia dapat membedakan baik atau buruknya sesuatu.
Bila kita berada di suatu tempat yang tinggi di luar kota, jauh dari sinar gemerlapan kota dan pada saat itu tidak ada bulan dan langit bebas dari awan, maka akan tampak bintang-bintang. Bila kita menggunakan teropong binokular atau teleskop jumlah bintang yang kita lihat makin banyak. Pengamatan lebih lanjut yang dilakukan oleh para ahli astronomi dengan menggunakan alat-alat atau instrumen mutakhir menunjukkan bahwa di alam semesta itu terdapat bintang-bintang beredar mengikuti suatu pusat yang berupa suatu kabut gas pijar yang sangat dekat satu sama lain (cluster) dan juga dikelilingi oleh gumpalan-gumpalan kabut gas pijar yang lebih kecil dari pusatnya (nebula) dan tebaran ribuan bintang. Keseluruhan itu termasuk Matahari kita, yang selanjutnya disebut galaksi. Galaksi itu ternyata tidak satu tetapi beribu-ribu jumlahnya. Galaksi dimana bumi kita berinduk diberi nama Milky Way atau Bima Sakti. Terjadinya alam semesta (kosmos) telah dipelajari oleh manusia sejak dahulu. Pada permukaan dipelajari berdasar legenda yang berkembang dari mitos kemudian dikembangkan oleh orang-orang Yunani Kuno. Perkembangan yang pesat dimulai abad 17 dengan diketemukan alat-alat teropong bintang dan lain-lain.
B. Rumusan Masalah
            Makalah tentang proses terjadinya alam semesta dan asalmula kejadian manusia. Mencakup beberapa permasalahan yaitu sebagai berikut :
1.         Bagaimana Proses kejadian alam ?
2.         Berapa Lamanya penciptaan alam ?
3.         Bagaimana asal mula kehidupan & Asal mula kejadian manusia ?


C. Tujuan Masalah
          Dari latar belakang diatas dapat dituliskan tujuan penulisan makalah sebagai berikut:
1.      Kita dapat mengetahui proses dari terjadinya Alam semesta
2.      Kita dapat mengetahui asal usul kehidupan manusia
3.      Dapat mengetahui seberapa jauh fenomena-fenomena yang terjadi di Alam semesta


















BAB II
PEMBAHASAN

A.       Proses Terjadinya Alam Semesta
 Alam semesta ini sangat besar, sehingga kita sulit mengetahui seberapa besar dan luasnya. Alam semesta terdiri dari miliaran galaksi dan benda-benda langit yang tidak terhitung banyaknya, ini adalah kebesaran Allah SWT. Hanya sekitar 10% benda langit dari hasil penelitian di ruang angkasa yang bisa dikenali, sedangkan sisanya belum bisa dikenali. Sepanjang sejarah dunia, manusia mempunyai rasa ingin tahu yang amat besar tentang dunia ruang angkasa yang sangat luas. Ini terbukti dari dikirimnya astronot ke luar angkasa sejak dulu sampai yang pertama bisa menginjak bulan adalah pesawat Apollo 11. Hingga saat ini kejadian alam yang sementara berlaku adalah teori Big Bang, yaitu teori ledakan besar.
Menurut teori Big Bang terbentuknya bumi 14 miliar tahun yang lalu karena adanya ledakan besar. Hal ini menunjukkan bahwa dahulu ruang angkasa, galaksi, planet-planet, matahari, bumi, dan semua benda yang ada di alam semesta menjadi satu. Kemudian terpisah karena terjadinya ledakan besar sehingga terbentuk bumi seperti sekarang ini. Dari ledakan besar tersebut membuat “keteraturan” di alam semesta ini. Miliaran galaksi, planet, dan benda-benda lain bisa tersusun rapi dan berfungsi dengan tepat. Sungguh sempurna keteraturan tersebut.
1.         Asal Mula Penciptaan Alam Semesta
Ilmu pengetahuan moderen, ilmu astronomi, baik yang berdasarkan pengamatan maupun berupa teori, dengan jelas menunjukkan bahwa pada suatu saat seluruh alam semesta masih berupa gumpalan asap yaitu komposisi gas yang sangat rapat dan tak tembus pandang, (The First Three Minutes, a Modern View of the Origin of the Universe, Weinberg, hal. 94-105.). Hal ini merupakan sebuah prinsip yang tak diragukan lagi menurut standar astronomi moderen. Para ilmuwan sekarang dapat melihat pembentukan bintang-bintang baru dari peninggalan gumpalan asap semacam itu. Bintang-bintang yang berkilauan yang kita lihat di malam hari, sebagaimana seluruh alam semesta, dulunya berupa materi asap semacam itu. Allah telah berfirman di dalam Al Qur'an:
ثُمَّ اسْتَوَىٰ إِلَى السَّمَاءِ وَهِيَ دُخَانٌ
Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap,... (Al Fushshiilat, 41: 11)
               Karena bumi dan langit di atasnya (matahari, bulan, bintang, planet, galaksi dan lain-lain) terbentuk dari 'gumpalan asap' yang sama, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa matahari dan bumi dahulu merupakan satu kesatuan. Kemudian mereka berpisah dan terbentuk dari asap yang homogen ini.
               Dr. Alfred Kroner adalah salah satu ahli ilmu bumi terkemuka. Ia adalah Profesor geologi dan Kepala Departemen Geologi pada Institute of Geosciences, Johannes Gutenberg University, Mainz, Jerman. Ia berkata: "Jika menilik tempat asal Muhammad... Saya pikir sangat tidak mungkin jika ia bisa mengetahui sesuatu semisal asal mula alam semesta dari materi yang satu, karena para ilmuwan saja baru mengetahui hal ini dalam beberapa tahun yang lalu melalui berbagai cara yang rumit dan dengan teknologi mutakhir. Inilah kenyataannya." Ia juga berkata: "Seseorang yang tidak mengetahui apapun tentang fisika inti 14 abad yang lalu, menurut saya, tidak akan pernah bisa mengetahui, melalui pemikirannya sendiri, bahwa dulunya bumi dan langit berasal dari hal yang satu."
2.         Teori Penciptaan Alam Semesta
a.    Teori Big Bang
Big Bang merupakan petunjuk nyata bahwa alam semesta telah diciptakan dari ketiadaan, dengan kata lain ia diciptakan oleh Allah. Karena alasan ini, para astronom yang meyakini paham materialis senantiasa menolak Big Bang dan mempertahankan gagasan alam semesta tak hingga. Alasan penolakan ini terungkap dalam perkataan Arthur Eddington, salah seorang fisikawan materialis terkenal yang mengatakan: "Secara filosofis, gagasan tentang permulaan tiba-tiba dari tatanan Alam yang ada saat ini sungguh menjijikkan bagi saya". Seorang materialis lain, astronom terkemuka asal Inggris, Sir Fred Hoyle adalah termasuk yang paling merasa terganggu oleh teori Big Bang. Di pertengahan abad 20, Hoyle mengemukakan suatu teori yang disebut steady-state yang mirip dengan teori 'alam semesta tetap' di abad 19.
Teori steady-state menyatakan bahwa alam semesta berukuran tak hingga dan kekal sepanjang masa. Dengan tujuan mempertahankan paham materialis, teori ini sama sekali berseberangan dengan teori Big Bang, yang mengatakan bahwa alam semesta memiliki permulaan. Mereka yang mempertahankan teori steady-state telah lama menentang teori Big Bang. Namun, ilmu pengetahuan justru meruntuhkan pandangan mereka.
               Pada tahun 1948, Gerge Gamov muncul dengan gagasan lain tentang Big Bang. Ia mengatakan bahwa setelah pembentukan alam semesta melalui ledakan raksasa, sisa radiasi yang ditinggalkan oleh ledakan ini haruslah ada di alam. Selain itu, radiasi ini haruslah tersebar merata di segenap penjuru alam semesta. Bukti yang 'seharusnya ada' ini pada akhirnya diketemukan. Pada tahun 1965, dua peneliti bernama Arno Penziaz dan Robert Wilson menemukan gelombang ini tanpa sengaja. Radiasi ini, yang disebut 'radiasi latar kosmis', tidak terlihat memancar dari satu sumber tertentu, akan tetapi meliputi keseluruhan ruang angkasa. Demikianlah, diketahui bahwa radiasi ini adalah sisa radiasi peninggalan dari tahapan awal peristiwa Big Bang. Penzias dan Wilson dianugerahi hadiah Nobel untuk penemuan mereka.
               Pada tahun 1989, NASA mengirimkan satelit Cosmic Background Explorer. COBE ke ruang angkasa untuk melakukan penelitian tentang radiasi latar kosmis. Hanya perlu 8 menit bagi COBE untuk membuktikan perhitungan Penziaz dan Wilson. COBE telah menemukan sisa ledakan raksasa yang telah terjadi di awal pembentukan alam semesta. Dinyatakan sebagai penemuan astronomi terbesar sepanjang masa, penemuan ini dengan jelas membuktikan teori Big Bang.
               Bukti penting lain bagi Big Bang adalah jumlah hidrogen dan helium di ruang angkasa. Dalam berbagai penelitian, diketahui bahwa konsentrasi hidrogen-helium di alam semesta bersesuaian dengan perhitungan teoritis konsentrasi hidrogen-helium sisa peninggalan peristiwa Big Bang. Jika alam semesta tak memiliki permulaan dan jika ia telah ada sejak dulu kala, maka unsur hidrogen ini seharusnya telah habis sama sekali dan berubah menjadi helium. Segala bukti meyakinkan ini menyebabkan teori Big Bang diterima oleh masyarakat ilmiah. Model Big Bang adalah titik terakhir yang dicapai ilmu pengetahuan tentang asal muasal alam semesta.
b.    Teori Alam Yang Berosilasi (Oscillating Theory).
                Weinberg menggambarkan bahwa alam semesta berkembang kempis, meledak dan berekspansi untuk kemudian kembali lagi mengecil berulang-ulang tanpa awal dan tanpa akhir. Teori ini jelas mencoba mengingkari Sang Kreator Agung sebagai pencipta  alam semesta yang memulai/menciptakan alam dari tiada menjadi ada.
c.    Teori Alam Dalam Keadaan Tetap (Steady State Universe Theory)
        Teori Keadaan Tetap menyebutkan bahwa alam semesta selalu memuai dengan laju tetap dan materi baru terus menerus tercipta. Akibatnya, dalam ruang tertentu selalu dipadati oleh materi yang berjumlah tetap. Teori ini diajukan oleh ahli kosmologi bangsa Inggris (Fred Hoyle, Herman Bondi dan Thomas Gold). Dikatakan bahwa alam semesta ini tak berawal dan tak berakhir. Di mana-mana sama setiap saat. Agar alam semesta selalu dalam keadaan begitu maka perlu diciptakan bahan baru secara sinambung. Bahan baru ini menimbulkan tekanan yang memaksa alam semesta memuai secara terus-menerus. Bahan baru tersebut selanjutnya memadat menjadi galaksi untuk mengisi kekosongan yang ditimbulkan karena pemuaian.
               Penciptaan zat berkesinambungan dalam ruang angkasa yang nampaknya kosong itu, diterima secara skeptis oleh para ahli, termasuk Wilson dan Penzias, ahli astronomi radio. Dalam observasinya pada tahun 1964, kedua ilmuwan ini menemukan sisa radiasi gelombang makro disegenap penjuru alam. Penemuan radiasi gelombang ini merupakan efek dari ledakan dahsyat. Hal ini kemudian memperkuat teori Big Bang. Karena berbagai fakta astrofisika ditemukan. Maka Hoyle dan para ilmuwan yang sepaham dengannya, mulai meninggalkan teori keadaan tetap yang digagasnya sendiri itu.
3.         Lamanya Penciptaan Alam Semesta
Tidak ada yang dapat memastikan masa lamanya penciptaan alam semesta. Dalam Al-Qur’an menerangkan enam masa pemprosesan sempurna yang Artinya : Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy untuk mengatur segala urusan. tiada seorangpun yang akan memberi syafa’at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian Itulah Allah, Tuhan kamu, Maka sembahlah Dia. (Q.S. Yunus : 3)
Ayat ini menjelaskan bahwa alam semesta secara keseluruhan diciptakan dalam enam masa, langit dan bumi tercipta dalam enam masa termasuk apa-apa yang ada diantara keduanya, sebab tanpa itu bumi ini tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

B.       Asal Mula Penciptaan Makhluk Hidup
                           Suatu benda dikatakan hidup jika mampu menunjukkan ciri-ciri kehidupan yaitu : memerlukan nutrisi, bergerak, bernafas, tumbuh dan berkembang, melakukan ekskresi/ pengeluaran sisa-sisa metabolism, berkembang biak, peka terhadap rangsangan (iritabilita), koordinasi, dan adaptasi.
Bagaimana makhluk hidup pertama lahir masih merupakan misteri yang belum bisa diungkap para ilmuan. Secara umum Teori asal usul kehidupan ada dua, yaitu abiogenesis ( makhluk hidup berasal dari benda mati) dan biogenesis (makhluk hidup brasal dari makhluk hidup juga).
1.    TeoriAbiogenesis
             Pemuka paham ini adalah seorang bangsa Yunani, yaitu Aristoteles (394-322 sebelum masehi). Teorinya mengatakan kalau makhluk hidup yang pertama menghuni bumi ini adalah berasal dari benda mati. Timbulnya makhluk hidup pertama itu terjadi secara spontan karena adanya gaya hidup. Oleh karena itu paham abiogenesis disebut juga paham generatio spontanea. Paham ini bertahan cukup lama, yaitu semenjak zaman Yunani kuno (ratusan tahun sebelum masehi) hingga pertengahan abad k17. Pada pertengahan abad ke 17 paham ini seolah-olah diperkuat oleh antonie van Leeuweunhoek, seorang bangsa Belanda. Dia menemukan mikroskop sederhana yang dapat digunakan untuk melihat jentik-jentik (makhluk hidup) amat kecil pada setetes rendaman air jerami. Hal inilah yang seolah-olah memperkuat paham abiogenesis.

2.      Teori Biogenesis
 Setelah bertahan cukup lama, paham abiogenesis mulai diragukan. Beberapa ahli kemudian mengemukakan paham biogenesis. Beberapa ahli yang mengemukakan paham biogenesis antara lain :
a.    FrancescoRedi (Italia,1626-1697)
Redi menentang teori abiogenesis dengan mengadakan percobaan menggunakan toples dan daging. Toples 1 diisi daging yang ditutup rapat-rapat. Toples 2 diisi daging dan ditutup kain kasa. Toples 3 diiisi daging dan dibuka. Ketiga toples ini dibiarkan beberapa hari. Dari hasil percobaan ini ia mengambil kesimpulan sebagai berikut : Larva (kehidupan) bukan berasal dari daging yang membusuk tetapi berasal dari lalat yang dapat masuk ke dalam tabung dan bertelur pada keratin daging.
b.    LazzaroSpallanzani (Italia,1729-1799)
Spallanzani menentang pendapat John Needham (penganut paham abiogenesis), menurutnya kehidupan yang terjadi pada air kaldu disebabkan oleh pemanasan yang tidak sempurna. Kesimpulan percobaan spallanzani adalah : pada tabung terbuka terdapat kehidupan berasal dari udara, pada tabung tertutup tidak terdapat kehidupan, hal ini membuktikan bahwa kehidupan bukan dari air kaldu.
c.    Louis Pasteur (Perancis, 1822-1895)
Louis Pasteur melakukan percobaan yang menyempurnakan percobaan SpalanzaniPasteur  melakukan percobaan menggunakan labu yang penutupnya leher angsa, bertujuan untuk membuktikan bahwa mikroorganisme terdapat di udara bersama dengan debu. Hasil percobaannya adalah sebagai berikut :
1)    Mikroorganisme yang tumbuh bukan berasal dari benda mati (cairan) tetapi dari mikroorganisme yang terdapat di udara Jasad renik terdapat di udara bersama dengan debu. Dari percobaan ini, gugurlah teori abiogenesis tersebut.
Pasteur terkenal dengan semboyannya “Omne vivum ex ovo, omne ovum ex vivo” yang mengandung pengertian bahwa kehidupan berasal dari telur dan telur dihasilkan makhluk hidup, makhluk hidup sekarang berasal dari makhluk hidup sebelumnya, makhluk hidup berasal dari makhluk hidup juga.
Saat kita Menelaah isi Al-Qur’an yang menerangkan kejadian alam semesta (Yaitu) pada hari kami gulung langit sebagai menggulung lembaran kertas. Sebagaimana kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah kami akan menggulungnya.
     Penciptaan Alam Secara umum alam semesta itu disebut langit dan bumi serta segala sesuatu yang ada diantara keduanya, semua sarjana kosmolog dari berbagai aliran dan teori sepakat bahwa kejadian alam semesta melalui proses yang panjang. Pada mulanya langit berupa asap, dengan demikian tidak mustahil apabila bumi dahulunya berasal dari asap atau gas. Beberapa masa langit yang masih berupa asap hingga menjadi benda langit yang sempurna untuk keseluruhan alam semesta dijadikan dalam enam masa.

C.   Asal Mula Kehidupan
Dari sempurnanya penciptaan alam semesta dan isinya itulah asal mula kehidupan dimuka bumi. Manusia adalah termasuk bagian dari alam, namun disamping secara jasmaniah tunduk kepada hukum Tuhan, Sunatullah, dapat juga tidak tunduk kepada-Nya atau membangkang. Hal ini karena manusia diberikan daya untuk memilih antara patuh dan tidak. Oleh sebab itu manusia akan dimintakan pertanggungjawaban diakhirat, sedang makhluk lainnya tidak.




BAB III
PENUTUP
A.   Kesimpulan
1)   Asal Mula Penciptaan Alam Semesta
Ilmu pengetahuan moderen, ilmu astronomi, baik yang berdasarkan pengamatan maupun berupa teori, dengan jelas menunjukkan bahwa pada suatu saat seluruh alam semesta masih berupa gumpalan asap yaitu komposisi gas yang sangat rapat dan tak tembus pandang, (The First Three Minutes, a Modern View of the Origin of the Universe, Weinberg, hal. 94-105.). Hal ini merupakan sebuah prinsip yang tak diragukan lagi menurut standar astronomi moderen. Para ilmuwan sekarang dapat melihat pembentukan bintang-bintang baru dari peninggalan gumpalan asap semacam itu. Bintang-bintang yang berkilauan yang kita lihat di malam hari, sebagaimana seluruh alam semesta, dulunya berupa materi asap semacam itu.
2)   Lamanya Penciptaan Alam Semesta, Tidak ada yang dapat memastikan masa lamanya penciptaan alam semesta. Tetapi, alam semesta telah diciptakan dari ketiadaan, dengan kata lain ia diciptakan oleh Allah. Karena alasan ini, para astronom yang meyakini paham materialis senantiasa menolak Big Bang dan mempertahankan gagasan alam semesta tak hingga. Alasan penolakan ini terungkap dalam perkataan Arthur Eddington, salah seorang fisikawan materialis terkenal yang mengatakan: "Secara filosofis, gagasan tentang permulaan tiba-tiba dari tatanan Alam yang ada saat ini sungguh menjijikkan bagi saya".
Seorang materialis lain, astronom terkemuka asal Inggris, Sir Fred Hoyle adalah termasuk yang paling merasa terganggu oleh teori Big Bang. Di pertengahan abad 20, Hoyle mengemukakan suatu teori yang disebut steady-state yang mirip dengan teori 'alam semesta tetap' di abad 19.
3)   Ada dua teori yang mengemukakan teori kehidupan  dan proses terjadinya alam yaitu sbb:
a.    TeoriAbiogenesis
           Pemuka paham ini adalah seorang bangsa Yunani, yaitu Aristoteles (394-322 sebelum masehi). Teorinya mengatakan kalau makhluk hidup yang pertama menghuni bumi ini adalah berasal dari benda mati. Timbulnya makhluk hidup pertama itu terjadi secara spontan karena adanya gaya hidup. Oleh karena itu paham abiogenesis disebut juga paham generatio spontanea. Paham ini bertahan cukup lama, yaitu semenjak zaman Yunani kuno (ratusan tahun sebelum masehi) hingga pertengahan abad k17. Pada pertengahan abad ke 17 paham ini seolah-olah diperkuat oleh antonie van Leeuweunhoek, seorang bangsa Belanda. Dia menemukan mikroskop sederhana yang dapat digunakan untuk melihat jentik-jentik (makhluk hidup) amat kecil pada setetes rendaman air jerami. Hal inilah yang seolah-olah memperkuat paham abiogenesis.
b.    Teori Biogenesis
Setelah bertahan cukup lama, paham abiogenesis mulai diragukan. Beberapa ahli kemudian mengemukakan paham biogenesis. Beberapa ahli yang mengemukakan paham biogenesis antara lain  FrancescoRedi (Italia,1626-1697) Redi menentang teori  abiogenesis dengan mengadakan percobaan menggunakan toples dan daging. Toples 1 diisi daging yang ditutup rapat-rapat. Toples 2 diisi daging dan ditutup kain kasa. Toples 3 diiisi daging dan dibuka. Ketiga toples ini dibiarkan beberapa hari. Dari hasil percobaan ini ia mengambil kesimpulan sebagai berikut : Larva (kehidupan) bukan berasal dari daging yang membusuk tetapi berasal dari lalat yang dapat masuk ke dalam tabung dan bertelur pada keratin daging. LazzaroSpallanzani (Italia,1729-1799) Spallanzani menentang pendapat John Needham (penganut paham abiogenesis), menurutnya kehidupan yang terjadi pada air kaldu disebabkan oleh pemanasan yang tidak sempurna. Kesimpulan percobaan spallanzani adalah : pada tabung terbuka terdapat kehidupan berasal dari udara, pada tabung tertutup tidak terdapat kehidupan, hal ini membuktikan bahwa kehidupan bukan dari air kaldu. Dan asal mula kehidupan manusia, Dari sempurnanya penciptaan alam semesta dan isinya itulah asal mula kehidupan dimuka bumi. Manusia adalah termasuk bagian dari alam, namun disamping secara jasmaniah tunduk kepada hukum Tuhan, Sunatullah, dapat juga tidak tunduk kepada-Nya atau membangkang. Hal ini karena manusia diberikan daya untuk memilih antara patuh dan tidak. Oleh sebab itu manusia akan dimintakan pertanggungjawaban diakhirat, sedang makhluk lainnya tidak.

B.  Saran
adapun saran kami yaitu sbb:
1)   Sebaiknya kita harus menjaga kelestarian alam semesta yang diciptakan oleh sang Khaliq.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar